Tahun keempat saya harus mengajarkan materi besaran pokok. Berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda muncul ide untuk mengingat 7 besaran pokok dengan menggunakan lagu. Karena saya tidak bisa bernyanyi jadilah saya meminta bantuan dua siswa saya angkatan 7 untuk membuatkan saya lagu.
"Lagunya apa ustdz?" komentar pertama saat saya meminta bantuan.
Saya yang juga tidak tahu memakai lagu apa, akhirnya menyerahkan pilihan lagu kepada sang pembuat lagu. "Terserah kamu saja. Yang penting lagunya dikenal oleh adik-adik kelas kamu ya "
Satu sore dua orang siswa termasuk siswa yang saya mintakan bantuannya mendekati saya sambil menyerahkan sebuah kertas yang berisi lagu tentang besaran pokok.
Besaran Pokok
nada ; punk rock jalanan
Duluku belajar
tentang besaran pokok
dan aku kecewa
telah melupakannya
dan aku mencoba
untuk mengingatnya kembali
massa, panjang, kuat arus
intensitas cahaya
waktu dan suhu itu besaran pokok ada tujuh
kilogram, meter, candela, detik
mol, ampere, kelvin
itu satuan besaran pokok
sudah ditetapkan
kuingin selalu tuk mengingat itu
dan kuingin slalu tak melupakannya
walau sampai akhir hayat ini
Masalah selanjutnya adalah saya tidak bisa menyanyikannya. Todongan kedua buat kedua anak yang sore itu mendatangi saya. "kalian nyanyikan ya... nanti ustdz rekam". (beginilah keadaannya kalau punya modal suara yang pas-pasan).
Rekaman itulah yang saya putar keesokan harinya di depan siswa angkatan 8 kelas Ia dan Ib. (karena mereka sudah mengenal nadanya, tanpa saya suruhpun hampir seluruh siswa mengikuti lantunan lagu yang dinyanyikan oleh kakak-kakaknya itu)
Selasa, 16 Agustus 2011
Senin, 01 Agustus 2011
Tahun Ajaran Baru 2011-2012
Tahun ini tahun keempat saya mengajar di SMART. Tiga angkatan sudah belajar dengan saya di kelas Fisika. Hari-hari penuh canda dan tawa, marah dan sedih telah kami lewati. 2 tahun kebersamaan dengan angkatan 6, meninggalkan kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. Tahun ini ada sesuatu yang berbeda. Biasanya saya mengajar kelas 1 dan kelas 2. Karena tahun ini saya mendapat amanah lain, jadilah saya hanya mengajar kelas 1 saja. Saya pasti akan sangat merindukan kebersamaan saya dengan siswa-siswa saya angkatan 7 yang sekarang telah naik ke kelas 2 SMP.
Fisika_Sekolah Nusantara
Rabu, 08 Juni 2011
Berbagi Cerita-Syawal
Fisika_Sekolah Nusantara
Jangan heran ya kalau judulnya ganti. Biasanyakan berbagi buku sekarang berbagi cerita. Ya Rabu ini Syawal tidak berbagi cerita dari buku yang pernah dibacanya tapi Syawal bercerita tentang sebuah film yang pernah ditontonnya. Judulnya "Hachiko".
Banyak mungkin yang sudah tau cerita Hachiko. Seekor anjing yang sangat setia pada tuannya. Hachiko berasal dari Jepang. Dari kecil ia dipelihara oleh seorang profesor. Setelah besar setiap pagi Hachiko mengantarkan tuannya berangkat kerja sampai ke stasiun. Sore harinya Hachiko menjemput tuannya ke stasiun yang sama.
Suatu hari, tuannya Hachiko meninggal dunia di kampusnya. Haschiko yang tidak mengerti tetap menunggu tuannya di stasiun itu setiap hari. Hachiko tetap menunggu sampai Hachikopun mati.
Untuk menghormati kesetian Hachiko pada tuannya, masyarakat Jepang membuat patung Hachiko di depan stasiun itu. Jika suatu saat kamu punya kesempatan pergi ke Jepang, maka kamu bisa melihat patung tersebut.
Jangan heran ya kalau judulnya ganti. Biasanyakan berbagi buku sekarang berbagi cerita. Ya Rabu ini Syawal tidak berbagi cerita dari buku yang pernah dibacanya tapi Syawal bercerita tentang sebuah film yang pernah ditontonnya. Judulnya "Hachiko".
Banyak mungkin yang sudah tau cerita Hachiko. Seekor anjing yang sangat setia pada tuannya. Hachiko berasal dari Jepang. Dari kecil ia dipelihara oleh seorang profesor. Setelah besar setiap pagi Hachiko mengantarkan tuannya berangkat kerja sampai ke stasiun. Sore harinya Hachiko menjemput tuannya ke stasiun yang sama.
Suatu hari, tuannya Hachiko meninggal dunia di kampusnya. Haschiko yang tidak mengerti tetap menunggu tuannya di stasiun itu setiap hari. Hachiko tetap menunggu sampai Hachikopun mati.
Untuk menghormati kesetian Hachiko pada tuannya, masyarakat Jepang membuat patung Hachiko di depan stasiun itu. Jika suatu saat kamu punya kesempatan pergi ke Jepang, maka kamu bisa melihat patung tersebut.
Syawal siswa SMART EI dari Banggai
Selasa, 07 Juni 2011
Berbagi buku-Aldi
Pagi ini saya sedikit terkejut melihat sosok Aldi siswa saya dari Pontianak yang berdiri di samping barisan guru-guru saat apel pagi. Yah.... ternyata pagi ini giliran Aldi yang berbagi cerita buku yang pernah dibaca Aldi.
Meskipun tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang disampaikan Aldi karena suara Aldi kurang keras, saya memberikan apresiasi pada Aldi telah berani maju kedepan. Meskipun saat di depan cengar-cengirnya Aldi gak hilang ...(he...he... maaf ya Aldi)
Aldi menceritakan tentang perjalanan hidup Ferrari. Mulai dari masa kecilnya, masa remaja sampai dia meninggal dunia. Karena saya tidak bisa mendengar dengan jelas jadi saya tidak bisa menulis banyak disini. Mohon dimaafkan.... (Saya akan bertanya cerita lengkapnya dulu pada Aldi). Nanti akan saya lanjutkan menulisnya. (Semoga ingat)
Fisika_Sekolah Nusantara
Meskipun tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang disampaikan Aldi karena suara Aldi kurang keras, saya memberikan apresiasi pada Aldi telah berani maju kedepan. Meskipun saat di depan cengar-cengirnya Aldi gak hilang ...(he...he... maaf ya Aldi)
Aldi menceritakan tentang perjalanan hidup Ferrari. Mulai dari masa kecilnya, masa remaja sampai dia meninggal dunia. Karena saya tidak bisa mendengar dengan jelas jadi saya tidak bisa menulis banyak disini. Mohon dimaafkan.... (Saya akan bertanya cerita lengkapnya dulu pada Aldi). Nanti akan saya lanjutkan menulisnya. (Semoga ingat)
Aldi (memakai baju merah) saat menyaksikan SMART EXPO 2011
Fisika_Sekolah Nusantara
Rabu, 01 Juni 2011
Berbagi Buku - Reza
Hari ini giliran Reza (siswa kelas 1 SMART) dari Makasar untuk berbagi buku di hadapan teman-temannya saat apel pagi. Reza berbagi cerita dari sebuah buku yang dilupakan judulnya oleh Reza.
Menurut Reza buku tersebut menceritakan tentang dua orang bersaudara yang tinggal di satu desa. Rumah mereka dipisahkan oleh sebuah sungai. Dua orang bersaudara ini saling membenci satu sama lain karena mereka memperebutkan tanah warisan orang tua mereka. Sang kakak, seorang laki-laki berniat membuat sebuah pagar kayu yang sangat tinggi agar dia tidak harus melihat adik perempuannya setiap hari.
Dipanggilah seorang tukang kayu. Saat tukang kayu itu datang, sang kakak tidak ada di rumah. Dia sedang membeli kayu ke kota karena persediaan kayunya sedikit, sedangkan dia ingin membuat sebuah pagar yang tinggi.
Karena tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan, tukang kayu tersebut berfikir. "Apa yang akan diminta sang kakak untuk aku buat ya"?. Saat itu dia melihat adik perempuan sang kakak di seberang sungai. Akhirnya tukang kayu mempunyai ide untuk membuat jembatan yang menghubungkan kedua rumah tersebut. Dia bekerja sangat keras sehingga jembatan itu selesai sebelum sang kakak pulang.
Setelah sang kakak sampai di rumah dan melihat jembatan itu, diapun marah kepada tukang kayu. Tukang kayu tersebut sangat sabar, dia menunggu sampai kemarahan sang kakak berkurang. Tukang kayu tersebut menjawab, saya hanya ingin mempererat silaturahim antar kalian. Jadi aku membuat jembatan itu sehingga kau lebih mudah untuk mengunjungi saudarimu tanpa perlu memutar jauh-jauh.
Hikmah dari Reza:
Kita harus menjaga hubungan silaturahim yang telah ada. Alangkah baiknya juga, jika kita bisa menyambung kembali hubungan silaturahim yang sempat terputus dengan cara saling memaafkan.
Reza (kedua dari kiri) bersama teman-teman lagi berdiskusi saat praktikum gaya berat. Dari kiri ke kanan Indra (Banggai), Reza (Makasar), Karunia (Jember), Umar (Bekasi), Fadly (Lampung)
Menurut Reza buku tersebut menceritakan tentang dua orang bersaudara yang tinggal di satu desa. Rumah mereka dipisahkan oleh sebuah sungai. Dua orang bersaudara ini saling membenci satu sama lain karena mereka memperebutkan tanah warisan orang tua mereka. Sang kakak, seorang laki-laki berniat membuat sebuah pagar kayu yang sangat tinggi agar dia tidak harus melihat adik perempuannya setiap hari.
Dipanggilah seorang tukang kayu. Saat tukang kayu itu datang, sang kakak tidak ada di rumah. Dia sedang membeli kayu ke kota karena persediaan kayunya sedikit, sedangkan dia ingin membuat sebuah pagar yang tinggi.
Karena tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan, tukang kayu tersebut berfikir. "Apa yang akan diminta sang kakak untuk aku buat ya"?. Saat itu dia melihat adik perempuan sang kakak di seberang sungai. Akhirnya tukang kayu mempunyai ide untuk membuat jembatan yang menghubungkan kedua rumah tersebut. Dia bekerja sangat keras sehingga jembatan itu selesai sebelum sang kakak pulang.
Setelah sang kakak sampai di rumah dan melihat jembatan itu, diapun marah kepada tukang kayu. Tukang kayu tersebut sangat sabar, dia menunggu sampai kemarahan sang kakak berkurang. Tukang kayu tersebut menjawab, saya hanya ingin mempererat silaturahim antar kalian. Jadi aku membuat jembatan itu sehingga kau lebih mudah untuk mengunjungi saudarimu tanpa perlu memutar jauh-jauh.
Hikmah dari Reza:
Kita harus menjaga hubungan silaturahim yang telah ada. Alangkah baiknya juga, jika kita bisa menyambung kembali hubungan silaturahim yang sempat terputus dengan cara saling memaafkan.
Selasa, 31 Mei 2011
Berbagi buku lagi
Sudah lama juga tidak menulis berbagi bukunya anak-anak setiap pagi Selasa dan Rabu. Hari ini giliran Dian Kurnia Afandi kelas Ia siswa SMART dari Medan. Dian bercerita tentang seorang anak bernama Charlie yang hidup miskin bersama kakeknya. Charlie sangat ingin memakan coklat. Saat itu ada seorang pemilik perusahaan coklat yang ingin memberikan sebagian perusahaannya kepada siapapun yang mendapatkan tiket emas yang berada di dalam coklat buatan pabrik miliknya. Charlie tertarik dengan kesempatan itu tetapi dia harus bersabar karena dia tidak mempunyai uang.
Suatu saat dia mendapatkan uang. Charlie langsung membeli coklat. Di coklat tersebut Charlie menemukan tiket emas bersama 3 orang anak yang lain. Anak pertama seorang anak yang gemuk yang hanya hobi makan. Anak laki-laki ini anak pemilik sebuah perusahaan. Bapaknya memerintahkan seluruh pegawainya untuk membuka semua coklat yang dibeli sehingga menemukan tiket emasnya. Anak kedua seorang anak perempuan yang hobi mengunyah permen karet. Anak ketiga seorang anak laki-laki yang hobi bermain games.
Mereka dikumpulkan di sebuah pabrik coklat yang didalamnya terdapat berbagai jenis coklat. Keempat anak tersebut tidak diperbolehkan menyentuh apapun selama kunjungan itu. Anak laki-laki gemuk tidak bisa menahan diri saat melihat kolam coklat sehingga dia akhirnya menceburkan diri dan tidak muncul lagi setelahnya. Anak perempuanpun akhirnya tergoda untuk mencicipi coklat yang berbentuk permen karet. Bagaimana dengan Charlie dan anak kali-laki penyuka games?
Charlie meneruskan perjalanan mereka, sampai di bagian pabrik yang banyak sekali games yang menarik. Games tersebut membuat anak laki-laki itu lupa dengan kesepakatan awal mereka untuk tidak menyentuh apapun. Diapun asyik dengan permainannya dan tertarik kedalam gamesnya. Charlie tetap melanjutkan perjalanannya sampai dia bertemu dengan pemilik pabrik coklat yang memberikan sebagian perusahaannya kepada Charlie.
Hikmah dari ceita ini menurut Dian:
Tiket emas tersebut dapat diibaratkan kesempatan kita untuk bersekolah di SMART. Sekarang adalah bagaimana kita memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.
Dian (ketiga dari kiri) sedang memegang neraca pegas saat praktikum gaya berat bersama teman-temannya. Dedi dari Lampung, Yodie dari Padang dan Aldi dari Sorong.
Suatu saat dia mendapatkan uang. Charlie langsung membeli coklat. Di coklat tersebut Charlie menemukan tiket emas bersama 3 orang anak yang lain. Anak pertama seorang anak yang gemuk yang hanya hobi makan. Anak laki-laki ini anak pemilik sebuah perusahaan. Bapaknya memerintahkan seluruh pegawainya untuk membuka semua coklat yang dibeli sehingga menemukan tiket emasnya. Anak kedua seorang anak perempuan yang hobi mengunyah permen karet. Anak ketiga seorang anak laki-laki yang hobi bermain games.
Mereka dikumpulkan di sebuah pabrik coklat yang didalamnya terdapat berbagai jenis coklat. Keempat anak tersebut tidak diperbolehkan menyentuh apapun selama kunjungan itu. Anak laki-laki gemuk tidak bisa menahan diri saat melihat kolam coklat sehingga dia akhirnya menceburkan diri dan tidak muncul lagi setelahnya. Anak perempuanpun akhirnya tergoda untuk mencicipi coklat yang berbentuk permen karet. Bagaimana dengan Charlie dan anak kali-laki penyuka games?
Charlie meneruskan perjalanan mereka, sampai di bagian pabrik yang banyak sekali games yang menarik. Games tersebut membuat anak laki-laki itu lupa dengan kesepakatan awal mereka untuk tidak menyentuh apapun. Diapun asyik dengan permainannya dan tertarik kedalam gamesnya. Charlie tetap melanjutkan perjalanannya sampai dia bertemu dengan pemilik pabrik coklat yang memberikan sebagian perusahaannya kepada Charlie.
Hikmah dari ceita ini menurut Dian:
Tiket emas tersebut dapat diibaratkan kesempatan kita untuk bersekolah di SMART. Sekarang adalah bagaimana kita memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.
Jumat, 20 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)