Kamis, 20 Oktober 2011

Suasana Kota Tarakan

Fisika_Sekolah Nusantara
Awal Oktober saya mendapat kesempatan mewujudkan salah satu mimpi saya mengunjungi 5 pulau besar di Indonesia. Pulau Kalimantan, pulau ketiga setalah Sumatera dan Jawa. (Semoga bisa mengunjungi 2 pulau lagi Sulawesi dan Papua).  Walaupun di pulau Kalimantannya saya hanya sempat singgah beberapa menit di Balikpapan karena tujuan utamanya saya adalah pulau Tarakan. Salah satu pulau kecil di timur Kalimantan. Ini adalah beberapa foto keindahan alam kota Tarakan.




Matahari terbenam di Pelabuhan Angkatan Laut Tarakan
Jalan menuju pelabuhan Angkatan Laut
Sisi lain pelabuhan AL tarakan di sore hari

awan putih menutupi langit pantai amal Tarakan
Pantai amal

Pemandangan pantai amal dari atas bukit

Pantai amal Tarakan


Rabu, 19 Oktober 2011

Manakah yang lebih baik ? Termometer Raksa atau Alkohol?

Fisika_Sekolah Nusantara

Beberapa waktu lalu saya meminta siswa kelas 1a dan 1b untuk membuat sebuah produk termometer. Siswa diminta menentukan sendiri cairan apa yang akan mereka gunakan sebagai pengisi termometer, alkohol atau raksa. Siswa  bekerjasama mencari informasi tentang kelebihan dan kekurangan dari termometer alkohol. Ada beberapa kelompok yang tidak menuliskan pendapat mereka tentang kelebihan dan kekurangan termometer alkohol dan raksa.


Ini adalah beberapa pendapat siswa.






Minggu, 02 Oktober 2011

Wajah Baru Di Kelas Fisika

Fisika_Sekolah Nusantara

Ini dia wajah-wajah baru pembelajar sejati di kelas Fisika SMART










Setelah di lihat lagi ternyata tidak semua muncul di foto-foto ini. Angktan 8 diramaikan oleh 35 siswa dari berbagai provinsi. 
Rajab (Medan), Sutrisno (Kalimantan Timur), Faisal (Bogor), Renald (Lampung), Farid (Banjarbaru), Duo Afdal dari Padang Pariaman (Sumbar), Alfian (Solo), Ade (Kalsel), Fatih (Jatim), Ilyas (Yogyakarta), Hamzah (Jakarta), Sukrismon (Padang), Wahyudin (Karawang), Doni (Riau), Abdi (Merauke), Yusuf (Bali), Nanang (Sragen), Sayyid (Bogor), Riki (Padang), Qulub (Banggai), Tedi (Bali), Rein (Sleman), Ihda (Batam), Kabul (Banjarnegara), Cecep (Bandung), Fahrul (Mataram), Azmy (Pontianak), Arief (Lampung), Wildan (Bandung), Andrian (Lampung), Jefri (Palembang), Affan (Bali), Muhibbudin (Gresik), Dion (Tanah Datar)
(Wajarkan kalau sekolah kami disebut sekolah nusantara :))

Ini versi lengkap mereka



Selasa, 20 September 2011

Belajar di Tangga

Belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Ada yang mengatakan ketika kita melakukan sesuatu maka kita akan mudah mengingatnya. Berbekal saran dari salah seorang guru yang luar biasa di sekolah kami saya pun melakukan pembelajaran konversi satuan di tangga sekolah.

Sebagai awalan, saya membagi siswa dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapat kartu kelompok dengan warna yang berbeda.  Setelah itu saya melemparkan kartu awalan satuan ketengah kelas. Setiap kelompok berpacu dengan kelompok lain mengumpulkan kartu awalan satuan yang sama dengan warna kartu kelompok mereka. Tugas selanjutnya adalah masing-masing kelompok mengurutkan awalan satuan tersebut dari yang paling besar. 

Giga   Mega  Kilo   Hekto   Deka   TanpaAwalan   Desi  Centi   Mili  Mikro  Nano

Saat semua kelompok berhasil mengurutkan awalan satuan dengan benar, saya langsung mengajak mereka menuju tangga sekolah yang telah saya tempelkan awalan satuan. Setiap anak tangga bernilai 10. sehingga antara Giga dan Mega berselisih tiga tangga.


Masing-masing siswa kemudian diminta mengerjakan beberapa soal konversi satuan dengan menggunakan tangga. Setiap mereka naik satu tangga maka angka yang mereka miliki dibagi 10. (karena naik tangga susah maka kita harus berkorban lebih, memberikan harta yang kita miliki). Jika  turun satu tangga maka dikali 10.

Di akhir pertemuan saya mencopot kartu awalan satuan di tangga dan siswa diminta menyebutkan awalan satuan mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. dan Subhanallah dari 35 siswa kelas Ia dan Ib 33 siswa berhasil dengan baik. 2 siswa mengalami kesalahan di satu tangga.






Selasa, 16 Agustus 2011

Lagu Besaran Pokok

Tahun keempat saya harus mengajarkan  materi besaran pokok. Berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda muncul ide untuk mengingat 7 besaran pokok dengan menggunakan lagu. Karena saya tidak bisa bernyanyi jadilah saya meminta bantuan dua siswa saya angkatan 7 untuk membuatkan saya lagu.
"Lagunya apa ustdz?" komentar pertama saat saya meminta bantuan.
Saya yang juga tidak tahu memakai lagu apa, akhirnya menyerahkan pilihan lagu kepada sang pembuat lagu. "Terserah kamu saja. Yang penting lagunya dikenal oleh adik-adik kelas kamu ya "

Satu sore dua orang siswa termasuk siswa yang saya mintakan bantuannya mendekati saya sambil menyerahkan sebuah kertas yang berisi lagu tentang besaran pokok.

Besaran Pokok
nada ; punk rock jalanan


Duluku belajar
tentang besaran pokok
dan aku kecewa
telah melupakannya
dan aku mencoba
untuk mengingatnya kembali


massa, panjang, kuat arus
intensitas cahaya
waktu dan suhu itu besaran pokok ada tujuh


kilogram, meter, candela, detik
mol, ampere, kelvin
itu satuan besaran pokok
sudah ditetapkan


kuingin selalu tuk mengingat itu
dan kuingin slalu tak melupakannya
walau sampai akhir hayat ini

Masalah selanjutnya adalah saya tidak bisa menyanyikannya. Todongan kedua buat kedua anak yang sore itu mendatangi saya. "kalian nyanyikan ya... nanti ustdz rekam". (beginilah keadaannya kalau punya modal suara yang pas-pasan).

Rekaman itulah yang saya putar keesokan harinya di depan siswa angkatan 8 kelas Ia dan Ib. (karena mereka sudah mengenal nadanya, tanpa saya suruhpun hampir seluruh siswa mengikuti lantunan lagu yang dinyanyikan oleh kakak-kakaknya itu)

Senin, 01 Agustus 2011

Tahun Ajaran Baru 2011-2012

Tahun ini tahun keempat saya mengajar di SMART. Tiga angkatan sudah belajar dengan saya di kelas Fisika. Hari-hari penuh canda dan tawa, marah dan sedih telah kami lewati. 2 tahun kebersamaan dengan angkatan 6, meninggalkan kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. Tahun ini ada sesuatu yang berbeda. Biasanya saya mengajar kelas 1 dan kelas 2. Karena tahun ini saya mendapat amanah lain, jadilah saya hanya mengajar kelas 1 saja. Saya pasti akan sangat merindukan kebersamaan saya dengan siswa-siswa saya angkatan 7 yang sekarang telah naik ke kelas 2 SMP.   

Fisika_Sekolah Nusantara

Rabu, 08 Juni 2011

Berbagi Cerita-Syawal

Fisika_Sekolah Nusantara

Jangan heran ya kalau judulnya ganti. Biasanyakan berbagi buku sekarang berbagi cerita. Ya Rabu ini Syawal tidak berbagi cerita dari buku yang pernah dibacanya tapi Syawal bercerita tentang sebuah film yang pernah ditontonnya. Judulnya "Hachiko".

Banyak mungkin yang sudah tau cerita Hachiko. Seekor anjing yang sangat setia pada tuannya. Hachiko berasal dari Jepang. Dari kecil ia dipelihara oleh seorang profesor.  Setelah besar setiap pagi Hachiko mengantarkan tuannya berangkat kerja sampai ke stasiun.  Sore harinya Hachiko menjemput tuannya ke stasiun yang sama.

Suatu hari, tuannya Hachiko meninggal dunia di kampusnya. Haschiko yang tidak mengerti tetap menunggu tuannya di stasiun itu setiap hari. Hachiko tetap menunggu sampai Hachikopun mati.

Untuk menghormati kesetian Hachiko pada tuannya, masyarakat Jepang membuat patung Hachiko di depan stasiun itu. Jika suatu saat kamu punya kesempatan pergi ke Jepang, maka kamu bisa melihat patung tersebut.

Syawal siswa SMART EI dari Banggai