Senin, 01 Agustus 2011

Tahun Ajaran Baru 2011-2012

Tahun ini tahun keempat saya mengajar di SMART. Tiga angkatan sudah belajar dengan saya di kelas Fisika. Hari-hari penuh canda dan tawa, marah dan sedih telah kami lewati. 2 tahun kebersamaan dengan angkatan 6, meninggalkan kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. Tahun ini ada sesuatu yang berbeda. Biasanya saya mengajar kelas 1 dan kelas 2. Karena tahun ini saya mendapat amanah lain, jadilah saya hanya mengajar kelas 1 saja. Saya pasti akan sangat merindukan kebersamaan saya dengan siswa-siswa saya angkatan 7 yang sekarang telah naik ke kelas 2 SMP.   

Fisika_Sekolah Nusantara

Rabu, 08 Juni 2011

Berbagi Cerita-Syawal

Fisika_Sekolah Nusantara

Jangan heran ya kalau judulnya ganti. Biasanyakan berbagi buku sekarang berbagi cerita. Ya Rabu ini Syawal tidak berbagi cerita dari buku yang pernah dibacanya tapi Syawal bercerita tentang sebuah film yang pernah ditontonnya. Judulnya "Hachiko".

Banyak mungkin yang sudah tau cerita Hachiko. Seekor anjing yang sangat setia pada tuannya. Hachiko berasal dari Jepang. Dari kecil ia dipelihara oleh seorang profesor.  Setelah besar setiap pagi Hachiko mengantarkan tuannya berangkat kerja sampai ke stasiun.  Sore harinya Hachiko menjemput tuannya ke stasiun yang sama.

Suatu hari, tuannya Hachiko meninggal dunia di kampusnya. Haschiko yang tidak mengerti tetap menunggu tuannya di stasiun itu setiap hari. Hachiko tetap menunggu sampai Hachikopun mati.

Untuk menghormati kesetian Hachiko pada tuannya, masyarakat Jepang membuat patung Hachiko di depan stasiun itu. Jika suatu saat kamu punya kesempatan pergi ke Jepang, maka kamu bisa melihat patung tersebut.

Syawal siswa SMART EI dari Banggai

Selasa, 07 Juni 2011

Berbagi buku-Aldi

Pagi ini saya sedikit terkejut melihat sosok Aldi siswa saya dari Pontianak yang berdiri di samping barisan guru-guru saat apel pagi. Yah.... ternyata pagi ini giliran Aldi yang berbagi cerita buku yang pernah dibaca Aldi.

Meskipun tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang disampaikan Aldi karena suara Aldi kurang keras, saya memberikan apresiasi pada Aldi telah berani maju kedepan. Meskipun saat di depan cengar-cengirnya Aldi gak hilang ...(he...he... maaf ya Aldi)

Aldi menceritakan tentang perjalanan hidup Ferrari. Mulai dari masa kecilnya, masa remaja sampai dia meninggal dunia. Karena saya tidak bisa mendengar dengan jelas jadi saya tidak bisa menulis banyak disini. Mohon dimaafkan.... (Saya akan bertanya cerita lengkapnya dulu pada Aldi). Nanti akan saya lanjutkan menulisnya. (Semoga ingat)

Aldi (memakai baju merah) saat menyaksikan SMART EXPO 2011

Fisika_Sekolah Nusantara

Rabu, 01 Juni 2011

Berbagi Buku - Reza

Hari ini giliran Reza (siswa kelas 1 SMART) dari Makasar untuk berbagi buku di hadapan teman-temannya saat apel pagi. Reza berbagi cerita dari sebuah buku yang dilupakan judulnya oleh Reza.

Menurut Reza buku tersebut menceritakan tentang dua orang bersaudara yang tinggal di satu desa. Rumah mereka dipisahkan oleh sebuah sungai. Dua orang bersaudara ini saling membenci satu sama lain karena mereka memperebutkan tanah warisan orang tua mereka. Sang kakak, seorang laki-laki berniat membuat sebuah pagar kayu yang sangat tinggi agar dia tidak harus melihat adik perempuannya setiap hari.

Dipanggilah seorang tukang kayu. Saat tukang kayu itu datang, sang kakak tidak ada di rumah. Dia sedang membeli kayu ke kota karena persediaan kayunya sedikit, sedangkan dia ingin membuat sebuah pagar yang tinggi.

Karena tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan, tukang kayu tersebut berfikir. "Apa yang akan diminta sang kakak untuk aku buat ya"?. Saat itu dia melihat adik perempuan sang kakak di seberang sungai. Akhirnya tukang kayu mempunyai ide untuk membuat jembatan yang menghubungkan kedua rumah tersebut. Dia bekerja sangat keras sehingga jembatan itu selesai sebelum sang kakak pulang.

Setelah sang kakak sampai di rumah dan melihat jembatan itu, diapun marah kepada tukang kayu. Tukang kayu tersebut sangat sabar, dia menunggu sampai kemarahan sang kakak berkurang. Tukang kayu tersebut menjawab, saya hanya ingin mempererat silaturahim antar kalian. Jadi aku membuat jembatan itu sehingga kau lebih mudah untuk mengunjungi saudarimu tanpa perlu memutar jauh-jauh.

Hikmah dari Reza:
Kita harus menjaga hubungan silaturahim yang telah ada. Alangkah baiknya juga, jika kita bisa menyambung kembali hubungan silaturahim yang sempat terputus dengan cara saling memaafkan.

Reza (kedua dari kiri) bersama teman-teman lagi berdiskusi saat praktikum gaya berat. Dari kiri ke kanan Indra (Banggai), Reza (Makasar), Karunia (Jember), Umar (Bekasi), Fadly (Lampung)

Selasa, 31 Mei 2011

Berbagi buku lagi

Sudah lama juga tidak menulis berbagi bukunya anak-anak setiap pagi Selasa dan Rabu. Hari ini giliran Dian Kurnia Afandi kelas Ia siswa SMART dari Medan. Dian bercerita tentang seorang anak bernama Charlie yang hidup miskin bersama kakeknya. Charlie sangat ingin memakan coklat. Saat itu ada seorang pemilik perusahaan coklat yang ingin memberikan sebagian perusahaannya kepada siapapun yang mendapatkan tiket emas yang berada di dalam coklat buatan pabrik miliknya. Charlie tertarik dengan kesempatan itu tetapi dia harus bersabar karena dia tidak mempunyai uang.

Suatu saat dia mendapatkan uang. Charlie langsung membeli coklat. Di coklat tersebut Charlie menemukan tiket emas bersama 3 orang anak yang lain. Anak pertama seorang anak yang gemuk yang hanya hobi makan. Anak laki-laki ini anak pemilik sebuah perusahaan. Bapaknya memerintahkan seluruh pegawainya untuk membuka semua coklat yang dibeli sehingga menemukan tiket emasnya. Anak kedua seorang anak perempuan yang hobi mengunyah permen karet. Anak ketiga seorang anak laki-laki yang hobi bermain games.

Mereka dikumpulkan di sebuah pabrik coklat yang didalamnya terdapat berbagai jenis coklat. Keempat anak tersebut tidak diperbolehkan menyentuh apapun selama kunjungan itu. Anak laki-laki gemuk tidak bisa menahan diri saat melihat kolam coklat sehingga dia akhirnya menceburkan diri dan tidak muncul lagi setelahnya. Anak perempuanpun akhirnya tergoda untuk mencicipi coklat yang berbentuk permen karet. Bagaimana dengan Charlie dan anak kali-laki penyuka games?

Charlie meneruskan perjalanan mereka, sampai di bagian pabrik yang banyak sekali games yang menarik. Games tersebut membuat anak laki-laki itu lupa dengan kesepakatan awal mereka untuk tidak menyentuh apapun. Diapun asyik dengan permainannya dan tertarik kedalam gamesnya. Charlie tetap melanjutkan perjalanannya sampai dia bertemu dengan pemilik pabrik coklat yang memberikan sebagian perusahaannya kepada Charlie.

Hikmah dari ceita ini menurut Dian:
Tiket emas tersebut dapat diibaratkan kesempatan kita untuk bersekolah di SMART. Sekarang adalah bagaimana kita memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan.


Dian (ketiga dari kiri) sedang memegang neraca pegas saat praktikum gaya berat bersama teman-temannya. Dedi dari Lampung, Yodie dari Padang dan Aldi dari Sorong.

Jumat, 20 Mei 2011

Galeri Foto - Olimpiade Sains Tingkat Kab Bogor

  • Fisika_Sekolah Nusantara






Cerita Tentang Hukum Newton - Dian

  • Fisika_Sekolah Nusantara
Pada siang hari yang sejuk di dalam kelas tampak seorang guru Fisika yang sedang menjelaskan tentang hukum Newton 3. Guru tersebut mengajarkan kepada 3 muridnya yang bernama Andhar, Aldi dan Arzak. Dan ketika diajarkan seorang murid yang bernama Aldi tidak percaya bahwa hukum Newton 3 menunjukkan Aksi-Reaksi yaitu setiap kita memberi gaya terhadap benda maka benda tersebut akan memberi gaya kembali kepada kita.

Karena Aldi anaknya keras kepala jadi dia tetap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gurunya. Dan dia beranggapan bahwa yang dikatakan gurunya itu tidak benar. Aldi terus berfikir bagaimana caranya untuk membuktikan bahwa yang dikatakan gurunya itu salah.
Saat pulang sekolah Aldi berjalan kaki menuju rumahnya. Dia berjalan melewati lapangan sepak bola. Disana dia melihat sebuah bola dan dia berkata "Aku akan membuktikan kalau yang dikatakan guru Fisika itu salah".

Tanpa berfikir panjang Aldi menendang bola yang ada dihadapannya itu. Bola yang ditendangnya itu mengenai tembok dan memantul, lalu mengenai mukanya. Aldipun pingsan di tempat. Sejak saat itu Aldi baru percaya bahwa yang dikatakan gurunya itu benar.